Jumat, 21 Juni 2013

Luangkan Waktu untuk Having Fun

Melihat dari judul diatas terdengar begitu so sweeet sekali mahasiswa yang teladan ini   Ia tinggalkan semua aktivitas yang tidak berguna, seperti tidur, nonton tipi dan hang out . Padahal tugas kuliahnya pun juga sama, sama tidak bergunanya haha (maaf bu dosen ^^>) .
Padahal hari ini ia sudah punya janji dengan salah seorang temannya untuk pergi menuju guru spiritual sekaligus motivator bagi orang yang putus asa dan patah hati . Ia terpaksa membatalkan janjinya karena tugas kuliah yang tidak bisa ia tinggalkan, karna deadline yang membuat ia tidak makan,tidur siang, hang out dan boker . Apakah dalam bayangan Anda ia seperti mayat hidup ? 
Tapi apa yang terjadi, padahal ia sudah bertekad ia tidak akan pergi kemana-mana sebelum tugasnya ini selesai, namun ada yang membuatnya dilema yaitu teman sekolahnya dulu mengontak kembali dia via BBM, isinya adalah 
" Hai kamu apa kabar, udah lama gak ketemu ? "
" Oh kamu ya Mawar, ya ampun cantik banget ya kamu sekarang . Terakhir dulu lihat kamu kudisan gitu ya hehe . "
" Ih kurang ajar deh kamu :'( "
" Becanda kali hehe. Knapa nih tumben ? "
" Nanti malem aku mau ngajakin kamu, Rei sama Reva buat dateng di birthday party aku. Jam 11 malem yah mulainya di Cafe Gaowl . Bisa kan ? "
Dan dia pun berpikir, kalau dia ikut nanti tugas-tugasnya terabaikan dong dan harapan dia bisa bangun pagi itu adalah nol . Dia belum sempat membalas bbm dari Mawar karna masih memeprtimbangkan dulu .
Dan akhirnya setelah berpikir  matang-matang, dia memutuskan untuk ikut datang bergabung, bergaul dan bergaya.

" Oke deh nanti aku kabarin mereka ya ! "

Setelah dia mengabari kedua sahabatnya itu, akhirnya mereka pun memutuskan untuk berangkat secara diam-diam .
Dan sesampai disana dia lupa bahwa besok adalah hari terakhirnya pengumpulan tugas, ia malah bersenang-senang bersama teman-teman lamanya . Waktu tidak terasa jam 12 pun lewat, ia masih belum menyadari padahal kedua sahabatnya sudah mengingatkan untuk cepat pulang.
Maka akhirnya ia pun sadar sendiri, setelah pukul 3 pagi ia memutuskan untuk pulang, dan waktu yang tersisa untuknya adalah tinggal 4 jam lagi, mau tidak mau ia tidak bisa bernegoisasi dengan waktu . 
Sesampai di rumah, dia pun menggunakan waktu yang singkat untuk tidur sampai jam 6 pagi, tapi yang terjadi adalah dia kesiangan (Waaaw) dan saat dia membaca sms dosennya telah mewanti-wanti agar segera datang ke kampus pada pukul 7.30 pagi . Dan dia membuka lebar-lebar matanya ternyata itu sudah pukul 10 pagi . Maka wassalam lah nasib dia, dan terpaksa mengulang ditahun mendatang bersama adik-adik manis .

Sabtu, 15 Juni 2013

Diam-diam aku suka kamu

Saat gue nonton pertama kalinya dia di sebuah teater sukabumi mungkin yah lokasinya itu,sungguh gue gak menyangka sama sekali kalau gue bakalan terpana sama doi,padahal dia lagi tersangkut sama kasus yang malu-maluin tapi itu sudah jadi rahasia umum sebenernya.
Siapakah dia ? Tunggu kisah kelanjutannya di episode mendatang di Denny Sumargo FC .
Ahaayyy

Rabu, 12 Juni 2013

Terpaksa Bobol ATM

Hari itu adalah hari Jumat,dimana gue libur kuliah dan kedua teman gue dalam masa pengangguran,sebenarnya bukan penganngguran juga sih,yang satu lagi sepi job dan satunya lagi jadwal kosong alias dopem (dosen pembimbing) lagi berlibur dulu katanya. Nah diantara kami bertiga selalu mengadakan acara traktiran,gak setiap bulan sih tapi bisa jadi tiap 2 minggu sekali (u..waaaaaw),nampak tajir-tajir kami ini . Sebenarnya namanya mahasiswa bekal 20rebu perhari sudah terbilang cukuplah,apalagi teman gue yang satu lagi perhari 50rebu (wihiiiiii) .
Kembali ke cerita yang belum tahu ceritanya seperti apa.
Rei memberi ide padgue, "Nge, gimana kalo kita makan ke PH aja nih ?"
"Ahh...PH lagi Rei,bosan nih paket hemat mulu,paket orang kaya donggg!" seru gue menanggapi idenya Rei.
Lalu sang pen-traktir pun ikut menjawab "Lo enak yah ngomong kayak gitu! Ini kan bagian gue yang traktir lo-lo pada. Lagian ini ide siapa sih yang pengen buka hajatan tapi modalnya dari gue. "
"He he sorry deh,awalnya si Rei tuh pengen dengan ikhlas mau neraktir secara cuma-cuma,eh..endingnya jelek banget tuh malah gue yang disuruh bayar tiket masuk bioskop. " sahut gue sambil garuk-garuk gigi (maksudnya pake perantara tusuk gigi).
Kami bertiga bergegas masuk mobil (jazz,yaris,juke,rio..atau?) angkot,dan didalam pun kami masih tetap berdebat . Dan akhirnya pun sampailah di TKP...
"Silahkan kakak makan disini atau disana ? Mau berapa orang ? Smoking atau  non smoking area ? " sambut seorang pramusaji pada Rei,karna Rei adalah orang yamg pertama duluan masuk.
Dalam hati gue kenapa nih orang kok nanyanya makan disini atau makan disana ??? disana dimana itu...
Icha memutuskan untuk makan didalam biar gak kena polusi udara,dan gue sama Rei ngikut aja sih he he maklum. Sesampai di dalam sang pramusaji memberikan berbagai menu pilihan,dan benar ternyata Icha nyuruh gue buat gak pesan paket-paket hemat dan hasilnya gue memesan menu pizza dengan sungguh asal,namanya saja gak jelas yang jelas dari bayangan gue itu pizza mantab rasanya. Rei memang tepat banget dia pesannya yang berbau keju-keju gitu deh. Dan icha memesan minuman yang u...woow banget harganya pun fantastis.
Sambil nunggu makanan datang,Rei mengabadikan moment ini via camera blackberrynya dengan memoto gue dan Icha. 15menit kemudian maka tibalah pesanan pizza Rei,wah gede amat pizzanya jangan-jangan pizza pesanan gue pun juga sama . Dan ternyata benar sodara-sodara pizza pesanan gue juga sama ukurannya dan apalagi rasanya,rasanya itu loh gak kuku banget rasa ikan mentah.
"Nge lu gak salah pesan pizza,rasa apaan ini ? Rasa kandang ayam ! ".
Gue sungguh kaget dengan pertanyaan sekaligus pernyataan Icha,kok dia tau rasanya kandang ayam kayak gimana.
lagian yang gue tau dia gak piara ayam,tapi kucing. Ah sudahlah.
"Gue gak tau Cha,lagian yang gue lihat di gambarnya kayak serpihan jagung itu." jawab gue dengan kepolosan gue.
Rei pun mulai nyambung,
"Dari judulnya aja itu ada kata fish masak lu gak tau artinya apaan!"
Dengan sedikit nyolot gue pun menjawab "Wah kalo lu tau napa lu gak bilang sama gue ?! ".
Rei emang gak ngejawab lagi tapi melihat Icha setelah 3 minuman tiba dimeja ,Icha mulai tertegun,sepertinya ini lebih dari budget yang ditargetkan . Jangankan Icha,gue mulai merasakan aroma gak sedap dari tatapan Icha,sepertinya dia mau minjem duit nih atau gak dia mau pura-pura pipis ke toilet padahal dia cabut lewat pintu karyawan belakang. Tidaaaaak...berarti yang tersisa adalah gue dan Rei,dan gue yakin Rei cuma bawa duit 50rebu, dia lebih mengandalkan gue karna dia tau gue punya banyak atm padahal didalam atm itu semuanya kosyong.
"Nge lu kok ngelamun sih napa ?"tanya Icha sambil menepuk bahu gue.
Dan ternyata itu hanya bayangan gue,mudah-mudahan itu bukan pertanda kalo gue punya ilmu indera ke6,apakah setelah Icha membangunkan gue dari lamunan gue dia bakal ngelakuin hal yang sama ???
"Ah gak apa-apa mendadak gue inget kucing gue aja . "Jawab gue asal.
Kami ber3 pun mulai memakan satu persatu meskipun rasanya sungguh kandang ayam sekali (benar kata Icha).
Setelah semuanya habis,ya mungkin tersisa satu atau dua lah,gue inisiatif sendiri buat minta bill ke si mbanya. Dan ternyata...
"Masya Allah Nge ini bill sungguh bikin gue pengen cepet pulang Nge ! " seru Icha sambil memegang poni yang terurai di jidatnya.
"Wah Cha jangan putus asa Cha gue yakin lu pasti ada duit segini mah . " sahut gue dengan gemetaran.
"Lu gila budget gue cuma 200rebu deh. " jawab Icha sambil mengeluarkan isi dompetnya.
Gue bingung,Rei planga-plongo seolah seperti tidak mengerti padahal gue yakin usia 21thn mengertilah hal seperti ini (apaaan lagi nih).
Akhirnya Rei dan Icha menyarankan gue untuk membongkar semua isi dompet dan ternyata gue dan Rei sama,sama-sama punya 50rebu doang.
"Nge gue yakin di atm lu kayaknya masih ada 100rebu lagi deh!" Seru Icha menyarankan gue untuk pergi ke atm.
"Gak gue yakin atm gue udah pada limit semua." Jawab gue (bohong).
"Coba sini gue yakin itu pasti masih ada." Tanya lagi Icha dengan yakin sambil mengecek saldo gue di m-banking.
Dan ternyata Icha akhirnya mengetahui isi saldo atm gue,110ribu rupiah. Icha pun bergegas menuju atm dengan sigap,karna dia sudah tau pin atm gue ,maka pembobolan pun terjadi. Padahal tadinya dia yang mau traktir malah sama aja gue ikut andil juga,haaah....

Sabtu, 01 Juni 2013

Teman atau Temon

Usiaku gak terlalu tua-tua banget padahal baru 21 years old alias anak kemarin sore padahal,ckckck...
Setelah aku bersahabat cukup lama dengan salah seorang tante seumuran usiaku,her name is Rr . Nama nya disingkat aja soalnya panjang banget Reva Reina hehe.
Senang bukan kepalang saat bertemu dia sebuah kelas yang begitu luas saat kami berdua sama-sama diterima di SMP Negeri pas-pasan haha. Saat itu aku kelas 1G dimana kelas itu berisikan siswa-siswa buangan, ada yang pindahan,ada yang terpaksa sekolah disitu karna financial,ada yang karna di sekolah-sekolah lain sudah tutup penerimaan siswa barunya dan banyak yang aneh lainya...
Aku dan Reva saling mencintai? Ehm maksudnya adalah saling mencintai kucing,kami sama-sama senang dengan kucing .
Selama 2 tahun aku satu kelas lagi sama Reva ,dan sampai akhirnya saat kelas 3 aku dipindahkan ke English Class dan sahabatku Reva dimutasikan kembali saat dia kelas 1 yaitu 3G, luar biasa... ia akan bertemu kembali dengan siswa-siswa yang kurang beruntung . Aku menangis tak henti-hentinya karna aku takut sahabatku ini akan lupa dengan aku karna kami terpisah oleh tembok jejaring ilmu pendidikan hahhai. Dan ternyata benar, dengan kilat perubahan dari cupu berubah menjadi unyu nan lucu, aku hampir tak mengenalinya karna giwang yang dikenakan di kupingnya sungguh amat besar sehingga menutupi senyumannya, seragam putih yang berubah menjadi potongan jersey dan rok biru yang disulap menjadi rok chifon ? Oh my God bayanganku terlalu jauh itu...
"Re Re Re va.... ? " aku pun mendadak gagap bukan karna syndrom aziz gagap.
"Hei.. kamu biasa aja kali jangan mendadak gagap gitu deyhhhh!!!" Jawab Reva dengan bahasa yang tak biasa.
Sungguh luar biasa sahabatku ini 3 bulan tak bertemu karna saling sibuk tugas akhir anak SMP dan begitu bertemu???
"Aku pangling lihat penampilan kamu yang bombastis ! " celetuk aku sambil memegang bahunya.
"Biasa aja kali ! " tukas Reva dan bergegas mengakhiri obrolan sepintas ini.
Mimpi apa aku semalam,aku seperti dimusuhin dia ,padahal ulang tahun ku 6 bulan lagi dan valentines day udah lewat 4 bulan yang lalu, apalagi aprilmop mana tau dia aprilmop itu apa.
Hiks..hiks..
#1 tahun kemudian
"Nge, gue masuk SMA Kalimantan40 loh, lo masuk SMA negeri mana ? "
Kaget sungguh benar saat aku hampir putus asa kehilangan sahabatku ternyata Reva masih ingat no hape aku . Tapi ada yang aneh sejak kapan bahasa dia seperti anak JKT48 gitu???
"Eh re hebat kamu masuk Sekolah negeri nih, aku kayaknya gak keterima deh aku mau ke Sma swasta aja deh Re. " jawab aku dengan perasaan senang dan sedih.
" Loh napa lo gak masuk Sma yang sama kayak gue aja,biar kita bisa barengan Nge ! " ajak Reva.
" Aku gak mungkin masuk SMA negeri Re nilaiku mentok abesss ! " jawabku dengan pesimis.
" Ihh Nge gue pikir lo tau Sma gue ini kan swasta kali mana ada Sma negeri Bandung pake embel-embel bawa nama provinsi segala. "
" Lah mana aku tau aku pikir kamu skolah di Kalimantan . "
Waw...amazing sekolahan ini cocoknya buat sekolah modelling.
Dan setelah 3 tahun lamanya kami satu sekolah satu kelas satu bangku  dan satu guru . Dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Padepokan University dan aku lebih mengikuti apa kata ayahku saja lah kuliah ditempat favorit doi (ayah ) . Reva nampak kembali berubah karna gaya hidup yang telah membuatnya seperti Reva seolah selalu merasa benar dengan apa yang dilakuannya saat ini .
Jangan main sama om-om Re nanti ketagihan sama duit-duitnya kamu tau sendiri aku aja denger ceritanya jadi pengen hehe (astaghfirulloh janganlah..), jangan sekali-kali mabok-mabokan lagi Re itu inget perut gak enak dilihat tetangga kayak yang busung lapar atas kecil tengah gede ,lah bawahnya kecil lagee dan terakhir kamu lupa Re, aku ini mantan sahabatmu yang dulu selalu ada saat kita bersama dalam senang maupun happy (sama aja dong) . Aku ikhlas hanya sebatas mantan sahabatmu setidaknya aku pernah mengalami menjadi sahabatmu saat dulu setidaknya aku tau seperti apa kamu itu Re dan bukan aku yang memutuskan tali persahabatan ini tetapi gaya hidupmu yang membuat kita menjadi seorang "bekas" . Aku tidak mungkin sampai tua nanti bertahan dengan gaya hidup kamu Re,seengganya kalau kata koran SINDO “Kalau bisa sukses muda kenapa harus tunggu tua" kalau kata ku "Kalau taubat itu bisa dari muda kenapa tunggu tua"